EVALUASI KINERJA INSTALASI FARMASI RSUD KOTA YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD

Kamis, 26 Juli 2012 10:04:51 WIB - Dibaca : 771 kali

Satibi1 , Achmad Fudholi1, Hari Kusnanto2, dan Jogiyanto3


1 Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada

2 Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada

3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada

Email:



 

Pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta ditinjau melalui empat perspektif yaitu learning and growth, proses bisnis internal, customer dan keuangan

 

Pada penelitian ini dirancang dengan studi kasus yang bersifat deskriptif evaluatif  data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif  berupa hasil wawancara mendalam dengan Kepala Instalasi Farmasi sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui observasi, kuesioner, laporan administrasi, laporan keuangan RSUD Kota Yogyakarta dan laporan keuangan Instalasi Farmasi. Data dianalisis secara diskriptif yang dibandingkan dengan standar dari masing-masing indikator yang ada.

 

Dari hasil penelitian menunjukkan kinerja pada perspektif keuangan 3 tahun terakhir  rata-rata kontribusi IFRS ke RS 42,67% dan ITOR 7,4 kali. Dari perspektif konsumen, kepuasan konsumen 3,13 (puas), dan keterjaringan pasien 89,42%. Dari proses bisnis internal: ketersediaan obat 95,42%, pelayanan informasi obat masih belum memenuhi standar Kepmenkes no. 1197/menkes/SK/2004, dispensing time untuk racikan 31,55 menit dan non racikan 11,34 menit. Dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan: semangat kerja tinggi dan produktifitas sangat tinggi. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja IFRSUD Kota Yogyakarta dengan pendekatan BSC menunjukkan kinerja yang sudah baik, walaupun masih perlu upaya perbaikan khususnya dalam dispensing time, pengendalian persediaan obat dan pelayanan informasi obat.